Hasrat untuk kembali. Kembali ke mana? Judul tulisan ini sebenernya berasal dari kalimat "the desire to return to an earlier state of things" atau yang lebih dikenal dengan istilah repetition compulsion. Sebagai penyebabnya yaitu karena "humans seek comfort in the familiar" atau kalimat lainnya "humans are hardwired to find comfort in repetition". Dapat menjadi persoalan disebabkan oleh "the law of repetition states that repeating a behavior makes it more powerful".
Nggak berniat untuk membahas secara lebih detil karena bukan orang yang berkompeten untuk membahas hal tersebut, ringkas aja. Tetapi bahasannya ya nggak ngawur-ngawur juga, palingan ngalor ngidul lah, hehe... Dari beberapa artikel yang dibaca, bahasannya lebih mengarah ke persoalan kenapa sering terjadi pengulangan unhealthy atau abusive relationship, yang bisa juga disebabkan oleh obsessive love disorder.
Kalau untuk yang sering membaca blog ini pastilah udah tau kalau isi tulisannya banyak yang membahas soal masa lalu. Pertanyaan yang muncul adalah apakah hal ini berarti karena hasrat untuk mengulang masa lalu tadi? Enggak juga sih (denial), menulis soal masa lalu lebih sebagai pengingat agar tidak mengulangi hal yang tidak mengenakkan di masa lalu dan yang enak supaya bisa lebih enak lagi. Biar bisa move forward, gitu kan? ;-)
Jadi, hal apakah lagi di masa lalu yang mau ditulis lagi di sini? Singkat aja, dulu, jaman masih di Bandung, pernah kencan, makan malam gitu, di Eldorado sebagai tempatnya dan pada saat itu dari sekian lagu yang diperdengarkan di tempat kencan sebagai musik latar ada yang judulnya "How Deep is Your Love". Merasa awkward saat denger lagunya karena pertanyaan yang jadi judul lagunya. Cinta yang terlalu bisa aja menjadi obsessive love disorder, tetapi kalau biasa-biasa aja bisa-bisa malahan dikira hanya sekedar main-main. Repot bukan.
Yang kedua, masih pada soal perkencanan di Bandung juga akan tetapi di tempat serta waktu yang berbeda. Di Pagoda pada siang menjelang sore, masih dengan acara makan bareng juga. Nggak ada persoalan sih, cuma aja kelupaan naruh uang di dompet. Yang tadinya berniat untuk ngebayarin jadinya malahan dibayarin, hehe... Untungnya nggak dapet marah dari yang ngebayarin.
And before it's too late, I love you ;-)
No comments:
Post a Comment