'Tiba juga hari yang kutunggu'.
Seperti yang udah ditulis pada tulisan pertama di blog ini, maka tulisan kali ini, secara resmi, akan menjadi tulisan terakhir. Tapi tidak menutup kemungkinan akan kembali menulis secara tidak resmi. Kan katanya never say never ;-)
Jadi, hal yang paling menyedihkan happened to me beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Sabtu, 29 Juli. Ibuk meninggal setelah hampir 83 tahun berada di dunia yang fana ini, menyusul bapak yang udah terlebih dulu meninggal, pada 17 tahun lewat yang lalu, 15 Juni 2006. Memang kondisi fisik ibuk secara perlahan mengalami pelemahan setelah sempat terjatuh sekitar empat tahun yang lalu. Tapi nggak nyangka juga akan berpulang Sabtu malam kemarin itu. Karena nggak menunjukkan tanda-tanda sama sekali, tampak "normal". Meninggal pada saat tidur. I was shocked, sebab pada saat ditinggal sebentar buat beberes masih nggak apa-apa.
Sedih banget rasanya karena merasa belum bisa melakukan hal yang terbaik buat ibuk selama hidupnya, 'I did my best but I guess my best wasn't good enough'. Semenjak meninggalnya bapak memang hampir setiap waktu yang ada digunakan untuk nemenin ibuk. Apalagi setelah ibuk jatuh dan kemudian dioperasi, boleh dibilang udah nggak ada lagi waktu buat diri sendiri. Prioritas utama adalah ibuk, urusan lain setelah ibuk.
Setelah memastikan kalau ibuk meninggal, kemudian nelfon adik cowok, kalau adik yang cewek nggak akan bisa dateng pada saat itu karena di Canberra. Setelah beres nelfon adik cowok kemudian yang berikutnya ditelfon yaitu ketua pengurus kompleks rumah untuk mengabarkan jika ibuk meninggal sekalian memohon bantuan.
Dan seperti pada saat meninggalnya bapak dulu, seluruh pengurusan juga berlangsung dengan serba cepat. Sepulang dari Puskesmas buat bikin surat keterangan meninggalnya ibuk, rencana pemakaman untuk ibuk udah selesai dibuat. Ibuk akan dimakamkan pada hari besoknya, Minggu, 30 Juli, setelah shalat Dhuhur, ditempat bapak dimakamkan. Dan sesuai dengan rencana, pemakaman ibuk juga berlangsung dengan lancar.
Sangat berterima kasih kepada pengurus kompleks, kemudian pak Agus dan bu Christy, pak Saleh dan bu Eva, juga kepada pak Endang, pak Jili, mas Bayu, dan semua pihak yang tidak dituliskan namanya di sini untuk segala bantuannya sehubungan dengan telah meninggalnya ibuk. Dan tak lupa, juga kepada seluruh saudara yang telah memberikan support-nya. Terima kasih juga untuk Devi yang telah datang ke rumah dan ikut hingga ibuk selesai dimakamkan.
Hingga saat ini masih sulit untuk menerima kenyataan kalau ibuk udah meninggal. Kalau udah nggak bisa lagi buat berlama-lama memandangi wajah tenang ibuk pada saat tidur karena ibuk udah tidur selamanya. Perasaan rasanya masih nggak karu-karuan. Memang sih, dunia nggak akan peduli walau sesedih apapun kita, matahari tetep akan terbit dan terbenam seperti biasa seperti tidak pernah terjadi apapun. Sangatlah mengerti akan hal tersebut, tapi ya tetep aja nggak mudah buat bikin perasaan jadi nggak sedih lagi. 'Aku melangkah lagi, lewat jalanan sepi, perlahan tapi pasti, mengikuti ayun melodi'.
Demikian sebagai tulisan penutup blog ini, bukanlah suatu tulisan yang menyenangkan memang, melainkan suatu bentuk ungkapan kesedihan yang mendalam dari suatu hal yang tidak pernah terduga sebelumnya. Dan seperti yang dulu telah ditulis di awal blog ini juga, "Every story has an end. But in life, every ending is just a new beginning". Maka dapat dikatakan jika meninggalnya ibuk merupakan another new beginning for me. Dan mudah-mudahan ending-nya nanti adalah happy ending :-)
So help me God.
No comments:
Post a Comment