Masih dalam edisi nggak nulis berpanjang-panjang. Jadi, sejak dimulai dari SD hingga universitas, sekolahnya dan kuliahnya selalu di negeri, dengan perkecualian pada saat di Palangkaraya yang SDnya di swasta. Kenapa di negeri? Karena biayanya murah, SPPnya murah, dan kalau beruntung bisa dapet sekolah negeri yang kualitasnya bagus dengan biaya murah.
Di Malang, SMPN 3 dan SMAN 3 reputasinya udahlah nggak usah lagi diragukan, sekolah negeri yang tergolong top meskipun dulu daftarnya bukan karena topnya. Seperti yang udah pernah dibahas sebelumnya ke SMPN 3 karena lokasinya yang deket dengan rumah bude dan daftar ke SMAN 3 karena banyak temen SMP yang daftar ke SMAN 3.
Ke ITB juga gitu, alasannya milih bukan karena yang paling top untuk kuliah di bidang teknologi pada waktu itu tapi lebih ke karena cuaca Bandung tempat dimana ITB berada yang mirip-mirip dengan Malang. Topnya adalah bonus. SPP di ITB saat kuliah di sana biayanya 60 ribu rupiah untuk satu semester. Murah bukan? Ibarat beli Mercedes S Class seharga Toyota Agya.
Memang sih untuk sekolah negeri pada waktu itu nggak sesuai dengan peribahasa Jawa ono rupo, ono rego. ITB kualitasnya nggak diragukan lagi tapi biaya kuliahnya murah, universitas swasta yang paling mahal aja kualitasnya belum bisa ngalahin ITB. Eh, tapi kalau ada yang nggak setuju boleh protes lho, hehe... ;-)
Itu tadi untuk bahasan sekolah yang di Indonesia ya, kalau untuk yang di Amerika, RPI adalah institusi swasta dan biaya kuliahnya juga nggak murah. Dulu, satu semesternya sekitar 6 ribuan dolar. Bedanya dengan di Indonesia, universitas-universitas top Amerika banyaknya malah yang swasta. MIT ataupun Stanford misalnya, itu swasta. Universitas yang tergabung di Ivy League semuanya swasta atau privat, nggak ada yang negeri.