Masih akan ngebahas soal LCP serta pada saat di Covina dan Glendora. Terkagum dengan yang dapet ide bikin LCP karena kejeliannya untuk "menangkap" peluang bisnis dari, saat itu, banyaknya warga asing yang berkeinginan untuk melanjutkan studi di Amerika. Yang mendirikan LCP atau owner-nya adalah seorang perempuan, Nay Farsadi.
Yang ikutan LCP bukan hanya dari Indonesia aja, dari negara lain juga ada. Saat masih di Glendora yang juga banyak dari Jepang, ada juga dari Turki. Kalau yang dari Indonesia sekitar 50 orang sih ada. Sempat merekomendasikan LCP ke dua orang dan dua-duanya juga langsung dapet sekolah di Amerika, di Buffalo dan di Rochester. LCPnya yang ada di Sacramento.
Ikutan LCP merupakan suatu berkah karena awalnya nggak ngerti sama sekali LCP itu gimana, hanya mengikuti saran dari owner-nya Triad, dan berbuah manis. Gara-gara ke LCP juga jadi berkesempatan jalan-jalan ke Hollywood, Six Flags Magic Mountain, juga Universal CityWalk dan Universal Studios. Selain itu juga bisa berkunjung ke Los Angeles dan San Francisco, dua kota yang terkenal di California. Kalau San Francisco adalah kota yang paling diinginkan untuk dikunjungi dan alhamdulillah kesampaian. I couldn't leave my heart in San Francisco.
Nggak berencana dari awal untuk ke San Francisco sebenernya, bisa ke San Francisco karena diajak nganterin temen yang keterima di Berkeley School of Law. Jadi tujuannya bukan langsung ke San Francisco tapi ke Berkeley, dan karena Berkeley lokasinya deket dengan San Francisco makanya bisa sekalian dikunjungi. Tapi memanglah San Francisco itu kotanya sungguh cantik.
Kelak, meninggalkan Amerikanya melalui San Francisco, bukan melalui New York ataupun Los Angeles. Mungkin karena dulu setiap kali pulang ke Indonesia untuk liburan kalau beli tiketnya selalu dari San Francisco, di Borneo International. Tau Borneo International dari yang udah duluan di Amerika. Jaman segitu di Amerika udah canggih, tinggal di Troy tapi beli tiket di San Francisco.
Jadi, selama tiga bulan lebih ikutan LCP banyak banget hal yang bisa dilakukan. Nggak hanya belajar demi meningkatkan nilai TOEFL dan GMAT dan lainnya, tapi juga bisa dapet ID Card dan Driver License dan juga piknik. Makan KFC pertama kalinya di Amerika juga saat di Covina, kebetulan ada gerai KFC yang nggak begitu jauh dari rumah host family. Nonton lebih dari satu film di bioskop dengan hanya membeli satu tiket juga pada saat di Covina dan Glendora.
Saat-saat yang menegangkan di LCP adalah pada saat menerima surat dari RPI karena kemungkinannya kan diterima atau ditolak. Lega banget rasanya setelah tau ternyata diterima. Sebelumnya udah ada universitas yang menerima juga, tapinya yang ditunggu-tunggu adalah yang dari RPI.
Meskipun seneng tapi berasa agak sedih setelah tau bahwa diterima di RPI. Karena udah banyak hal yang dilakukan di Covina dan Glendora. Berpisah dengan temen-temen LCP dari Indonesia yang akan pindah juga untuk melanjutkan studinya ke berbagai kota di Amerika sesuai dengan pilihan masing-masing, Berkeley, Irvine, Twin Cities, Oklahoma City, Denver, Washington, Buffalo, Atlanta, Rochester, St. Louis, dan kota-kota lainnya. Menyaksikan LCP yang perlahan-lahan menjadi sepi karena banyak yang udah pindah ke kota tujuannya sementara kelas baru belum dimulai. But life goes on.