Monday, October 12, 2020

The Beginning

Untuk edisi tulisan kali ini masih akan membahas soal pada saat awal-awal di Amerika, di Covina dan Glendora to be exact.

Hari pertama di LCP dimulai dengan melakukan pendaftaran ulang untuk verifikasi serta menyelesaikan urusan administrasi. Jadi LCP ini letaknya di lantai dua suatu gedung yang ada di Citrus College. Untuk kelas LCP juga menggunakan kelas-kelas di Citrus College. Pada saat pendaftaran diberikan informasi secara lebih detil untuk fasilitas-fasilitas apa yang disediakan oleh LCP. Tapi yang terutama adalah mendapatkan bantuan supaya bisa diterima di universitas di Amerika. Maksimal bantuan untuk lima universitas, kalau lebih akan ada biaya tambahan. Biaya selama di LCP yaitu 3 ribu dolar, udah nggak ada biaya-biaya tambahan lainnya. By the way, di Citrus College ada mahasiswa Indonesia juga.

Untuk bantuan pendaftaran, hingga diterima tentunya, di universitas di Amerika ini ada advisor yang mendampingi. Pemilihan universitas juga dibicarakan terlebih dulu dengan advisor, kira-kira peluang untuk bisa diterima gimana, supaya nggak sia-sia daftar ke universitasnya. Yang jadi advisor namanya Debbie. Kelak, nggak lama setelah pindah ke Troy Debbie ini ngabarin kalau resign dari LCP karena mau sekolah master juga.

Saat menunggu urusan administrasi selesai sempat mikir gini ternyata rasanya sendirian di negeri orang yang jaraknya beribu-ribu kilometer, on the other side of the world. Eh, nggak lama setelah itu dari suatu ruangan keluarlah segerombolan orang dan berbahasa Indonesia. Nggak jadi deh merasa sendiriannya. Ternyata mereka itu calon mahasiswa untuk S2 yang dikirim oleh Pertamina, ada sekitar 30 orang yang dikirim Pertamina ke LCP Glendora. Ada juga yang dikirim ke LCP di tempat lain karena ada temen seangkatan sejurusan (dan pernah sekosan bareng di Sulanjana) juga yang dikirim Pertamina ke LCP tapi berbeda lokasi, di Redlands. LCP ini ada di beberapa lokasi, nggak cuma di Glendora. Kalau Redlands dengan Glendora jaraknya nggak jauh.

Untuk urusan placement, LCP ini memang boleh dibilang hebat. Orang-orang Indonesia yang tadinya luntang-lantung di Amerika karena nggak dapet sekolah atau universitas, setelah ikutan program LCP jadi dapet universitas. As for myself, daftar ke 5 universitas dan alhamdulillahnya diterima di semuanya.

Setelah urusan pendaftaran dan administrasi beres siangnya langsung dianter oleh pihak LCP, dengan beberapa orang lain, untuk bikin Social Security Number (SSN) dan rekening bank. SSN ini diperlukan karena hampir untuk setiap urusan di Amerika yang ditanyakan pastilah SSN, bukan ID Card. Kalau ID Card biasanya diperlukan untuk hal-hal yang ada hubungannya dengan usia 17+. Di Amerika, cukup dengan modal paspor dan visa pelajar (F-1) udah bisa bikin SSN dan rekening bank. Nantinya juga bikin Driver License dan ID Card tetapi bareng temen-temen yang di LCP, bukan dengan LCP.

Meskipun ada kartunya tapi untuk SSN belum pernah ada permintaan buat menunjukkan kartu karena yang diperlukan hanya nomornya yang berformat 9 digit, xxx-xx-xxxx. Beda halnya dengan ID Card atau DL yang kartunya harus ditunjukkan. Di Amerika kalau udah mempunyai DL maka nggak harus punya ID Card karena bikinnya di tempat yang sama, Department of Motor Vehicles (DMV), tapi kalau mau punya dua-duanya boleh. Waktu itu bikin dua-duanya karena punya rencana menukarkan DL California dengan DL New York, jadi masih punya ID Card California. Buat gegayaan biar keren dan beken, di New York tapi yang ditunjukin ID Card California, hehe...

Di Amerika, waktu itu, mudah banget untuk bikin identitas resmi biar kata bukan warga negara sana, prosedurnya juga nggak berbelit. In my case, hanya dalam waktu tiga hari di Amerika udah daftar buat SSN dan bikin rekening bank, dan pada saat di Covina dan Glendora juga udah bikin DL dan ID Card. Bikin DL cuma dengan ikut sekali ujian praktek langsung lulus, padahal nyetir pertama kalinya di Amerika pada saat ujian praktek bikin DL itu. Kalau untuk ujian teorinya dapet contekan dari temen-temen di LCP. Emang orang Indonesia ini harus diakui jago kalau untuk urusan beginian, kok ya bisa-bisanya dapet contekan.

No comments:

Featured Post