Idul Fitri udah seminggu berlalu, gimana dengan pesta pora perayaan kemenangannya? Sepertinya rame dan meriah ya, ditambah lagi dengan kemacetan yang terjadi. Libur Idul Fitri memang gitu sejak dulu, selalu diiringi dengan kemacetan, udah lumrah. Jadi nggak usah sewot atau ngedumel kalau mengalami kemacetan. Pernah mengalami kemacetan parah gegara liburan Idul Fitri, ya dinikmati aja. Ngomel-ngomel juga percuma, hehe...
Trus, gimana caranya biar nggak mengalami kemacetan saat libur Idul Fitri? Gampang banget sih caranya, yaitu dengan cara nggak usah pergi kemana-mana, hehe... :-p Cara yang paling jitu untuk mengantisipasi kemacetan. Kan tahun depan bakal ada lagi libur Idul Fitri, nah... boleh deh diaplikasikan daripada, katanya Utha Likumahuwa, tersiksa lagi ;-)
Membahas singkat soal perayaan kemenangan, sepertinya nyaris nggak ada yang nggak ikutan untuk merayakan kemenangan. Pertanyaannya adalah, kalau semua merayakan kemenangan trus siapakah yang nggak menang? Setan merah? Setan kan katanya udah dibelenggu, jadi nggak bisa ngapa-ngapain. Hawa nafsu? Gimana caranya tau kalau hawa nafsu udah nggak menang? Atau menang melawan diri sendiri? Mengalahkan diri sendiri kemudian merasa menang, hmmmh... ribet juga ya ternyata. Jadi, kesimpulannya yaitu kemenangan merupakan suatu keniscayaan, bukan begitu?
Anyway, karena bulan Mei ini udah bukan lagi musim penghujan jadi kalau berkeinginan demi bisa ngopi berteman hujan di senja tentunya hanyalah sebatas angan-angan, harus menunggu hingga tiba musim penghujan berikutnya. Tapi nggak ada yang perlu untuk dikuatirkan, sambil menunggu musim penghujan berikutnya masih bisa juga untuk ngopi berteman hujan di bulan Juni, mengasyikkan juga kok ;-)
Dan sebelum tulisannya disudahi, berikut adalah cuplikan dari syair lagu untuk yang lagi kasmaran. Cuplikan syairnya hasil nyontek postingan instagram milik Okky Kumala Sari. Thanks karena telah menginspirasi. Dan untuk yang lagi kasmaran, warm regards ;-)