Bertahun lalu dapet email dari seorang yang pernah disuka saat masih awal-awal kuliah di Bandung. Dia ngirim email gegara baca blog yang sebelum ini (yang sekarang udah ditutup) dan ingin memastikan apakah memang I wrote that blog setelah dia liat nama penulisnya. Dia bilang, bakat menulisnya tersampaikan juga.
Sebenernya agak heran juga dibilang gitu, soalnya kan kalau dibilang berbakat berarti dia pernah tau kalau pernah nulis sebelumnya. Padahal sebelum nulis di blog nggak pernah nulis di medium apapun. Dan juga nulis di blog juga untuk diri sendiri, makanya sejak jaman dulu jarang banget yang namanya komen-komen di blog orang lain, cuma baca aja dan terkagum-kagum dengan orang yang bisa menulis di blog dengan panjang lebar dan bahasannya nggak membosankan.
Cuma sekarang sayangnya jaman menulis di blog sepertinya udah lewat, lebih banyak yang berekspresi melalui instagram atau twitter atau juga facebook. Banyak blog favorit yang udah nggak ter-update lagi, padahal dulu setiap tulisannya selalu ditunggu-tunggu.
Berikut adalah cuplikan tulisan dari satu blog menjadi favorit:
"Pasalnya, selama hidup di dunia yang penuh kepalsuan ini, makin lama saya makin sadar bahwa saya adalah satu dari banyak orang yang memiliki phobia.
Rupanya phobia ini berbeda dengan ketakutan biasa. Ya, kalau cuma takut doang sih, banyak. Takut hantu, takut serangga, takut bulu ayam dan takut gak cukup baik buat kamu. Hih." *ngakak*
Kemudian lagi:
"... Awalnya biasa aja. Lama-lama kok sayang ya.
Bukan.
Bukan gitu." *ngakak* lagi.
Tulisannya dianulir sendiri, hehe... Tapi beneran mengagumkan lho bisa nulis kayak gitu, yang dibahas bukan soal sepele tapi bacanya nggak bikin pusing. By the way, jangan-jangan yang bikin tulisan itu udah lupa kalau pernah nulis karena ditulisnya udah lama juga, empat tahun lalu, hehe... ;-)
Daripada nulis sebenernya lebih suka baca sih, terutama bacaan yang fiksi. Lebih suka dengan fiksi daripada yang non-fiksi oleh karena fiksi menstimulasi imajinasi dan juga kreativitas. Yang fiksi tuh misalnya novel. Sebagai contohnya, "A Tale of Two Cities", "Pride and Prejudice", "To Kill a Mockingbird", dan sebagainya. Siapa cobak yang nggak tau nama-nama seperti, Agatha Christie, Enid Blyton, Sidney Sheldon, Dan Brown, Lewis Carroll, dan masih banyak lagi.
Tapi kalau untuk novel yang paling berkesan sih dari dulu tetep masih "Tia" dari Kembang Manggis. Dan kalau untuk penulis terfavorit masih Alistair Maclean dan Morris West. Suka dengan novelnya Alistair Maclean semenjak baca "The Golden Rendezvous", kalau Morris West semenjak baca "The Salamander".
Dulu suka diledekin sama mantan temen baik, katanya jangan-jangan taunya cuma "Tia" doang, hehe... Iya deh, yang literaturnya seabrek-abrek. Dan supaya tak kepanjangan, maka disudahi dulu. Berjumpa lagi di Oktober nanti karena tulisan ini merupakan satu-satunya, the one and only, tulisan di Agustus dan di September libur bikin tulisan ;-)