Monday, August 30, 2021

'Wake Me Up Before You Go-Go'

Untuk kali ini, mau ngebahas hal yang pernah dialami pada saat masih kuliah di RPI dulu. Belum pernah dibahas di blog yang sebelumnya juga, kisahnya memang baru tapi dari pengalaman lama. Pengalamannya bukan hal yang mengenakkan sebetulnya.

Jadi, saat itu lagi intern di First Albany, di Albany. Albany adalah ibukota dari New York State, jangan rancu dengan New York City. Daerahnya biasa dikenal sebagai Capital District yang terdiri dari Albany, Troy, dan Schenectady. Makanya dulu Permias di Troy digabung dengan Albany dan Schenectady. Ada satu kota, Saratoga Springs, tapi nggak termasuk sebagai Capital District. Demikian sebagai intro.

Pada suatu siang, yang cerah tentunya, harus ke Albany bareng rekan sekelompok yang juga intern di First Albany, namanya Abdullah Akgun dari Turki, biasa dipanggil Abdullah. Abdullah ini orangnya pinter banget, yang jadi persoalan adalah, orangnya tuh juga cuek banget.

Siang itu ke Albany naik mobilnya Abdullah, sempat liat penunjuk bensin dan ternyata udah digaris E. Sempat bertanya, "do you think we have enough gas?". Dengan gaya santai dia bilang, "you don't have to worry." Karena udah bilang gitu yo wis, meskipun nggak yakin bisa mencapai Albany. Beneran ternyata, di freeway mobilnya harus minggir gara-gara keabisan bensin.

Untungnya, begitu mobilnya minggir nggak berapa lama kemudian ada mobil lain yang nyamperin, nanya ada persoalan apa. Setelah dibilang mobilnya run out of gas langsung orang itu ngajak Abdullah buat beli bensin. Amazing ya. Sementara Abdullah beli bensin, nunggu di mobil. Nggak lama setelah itu ada lagi mobil lain yang berenti buat nanyain ada persoalan apa dan udah ada yang nolongin belum. Setelah dibilang kalau udah dapet pertolongan kemudian mobilnya pergi.

Belum selesai, ada lagi mobil yang berenti dan setelah tau persoalannya nggak langsung pergi tapi nungguin dari belakang. I watch your back gitu. Mobilnya baru pergi setelah ada mobil patroli yang ngegantiin buat jaga di belakang. Keren kan. Mobil patrolinya baru pergi juga setelah Abdullah dateng dengan sejerigen bensin. Sungguh salut dengan yang mau nganterin Abdullah sebabnya nggak mudah karena harus muter dulu. Butuh waktu hampir satu jam.

Nggak disangka, orang Amerika yang saat itu stereotipenya individualis ternyata malah sungguh perhatian. Kalau istilah sekarangnya, peduli lindungi. That's what peduli lindungi is all about.

Ngomong-ngomong soal peduli lindungi, udah mencoba menggunakan pedulilindungi yang aplikasi untuk ke mal, malnya Kota Kasablanka. Nggak sulit, hanya check in pada saat masuk dan jangan lupa untuk check out pada saat keluar ;-)

Monday, August 16, 2021

The First

Oke, jadi sebagai bahasan untuk tulisan kali ini, tentunya masih dengan secara singkat, soal pengalaman divaksin viruskorona untuk dosis satu, yang pertama, pada Kamis, 12 Agustus lalu. Sengaja supaya divaksin agak belakangan biar nggak ketemu kerumunan. Males banget kan mau jadi lebih sehat tapi ternyata malah ketularan. Dan memang pada saat vaksinasi lancar-lancar aja. Dapet nomor antrian 207 tapi nggak pake acara nunggu lama.

Untuk lokasi vaksinasinya milih di SMAN 31 Jakarta yang nggak begitu jauh dari rumah setelah mendaftar melalui aplikasi jaki. Aplikasi jaki ini memudahkan warga pemilik KTP Jakarta untuk mendaftar vaksinasi, pertama juga kedua. Prosedurnya nggak sulit, cuma ada dokumen yang harus dicetak setelah pendaftaran selesai sebagai pemeriksaan awal untuk dibawa ketempat vaksinasi.

Di tempat vaksinasi pertama-tama diperiksa gula darah dan kemudian tekanan darah, alhamdulillah semuanya nggak ada masalah, padahal bukan orang yang pantang gula, minum kopi ataupun teh hampir pasti ada gulanya meskipun nggak banyak. Setelah diperiksa baru kemudian disuntik vaksin, AstraZeneca. Jadi sekarang untuk mazhabnya ikut klan AstraZeneca.

Selesai vaksin kemudian menyerahkan dokumen ke bagian pendataan supaya terdaftar pada sistem dan bisa diterbitkan sertifikatnya, jadi janganlah main kabur aja setelah divaksin. Setelah selesai didata akan mendapatkan kartu vaksinasi sebagai bukti telah divaksinasi. Prosesnya dari awal hingga akhir sekitar 15 menit. Nggak lama kan?

Pada saat vaksinasi dapet bonus juga pesete enam bijik buat jaga-jaga seandainya ada efek ikutan setelah divaksin. Nggak ada efek ikutan apapun setelah divaksin, vaksinnya langsung ikrib. Cuma rasanya agak kemeng di bagian tangan tempat disuntik vaksin. Alhamdulillah setelah divaksin jadi mendapatkan tambahan kekebalan dari viruskorona. Satu dosis lagi maka akan mendapatkan kekebalan mumpuni.

Setelah selesai vaksinasi lalu memeriksa ke aplikasi pedulilindungi untuk mengetahui apakah sertifikat vaksinasinya udah ada atau belum. Punya sertifikat vaksinasi menjadi penting karena saat ini vaksinasi bukanlah hanya untuk kesehatan tapi juga menjadi syarat untuk bisa berkegiatan di tempat publik. Akan menjadi agak repot kalau belum divaksinasi.

Sertifikat vaksinasi keluar pada malam harinya, melakukan pemeriksaan juga melalui situs pedulilindungi.id selain melalui aplikasi. Untuk jaki, statusnya ter-update pada keesokan harinya. Jadi, ke bioskop lagi kita? ;-)

Featured Post