Untuk kali ini, mau ngebahas hal yang pernah dialami pada saat masih kuliah di RPI dulu. Belum pernah dibahas di blog yang sebelumnya juga, kisahnya memang baru tapi dari pengalaman lama. Pengalamannya bukan hal yang mengenakkan sebetulnya.
Jadi, saat itu lagi intern di First Albany, di Albany. Albany adalah ibukota dari New York State, jangan rancu dengan New York City. Daerahnya biasa dikenal sebagai Capital District yang terdiri dari Albany, Troy, dan Schenectady. Makanya dulu Permias di Troy digabung dengan Albany dan Schenectady. Ada satu kota, Saratoga Springs, tapi nggak termasuk sebagai Capital District. Demikian sebagai intro.
Pada suatu siang, yang cerah tentunya, harus ke Albany bareng rekan sekelompok yang juga intern di First Albany, namanya Abdullah Akgun dari Turki, biasa dipanggil Abdullah. Abdullah ini orangnya pinter banget, yang jadi persoalan adalah, orangnya tuh juga cuek banget.
Siang itu ke Albany naik mobilnya Abdullah, sempat liat penunjuk bensin dan ternyata udah digaris E. Sempat bertanya, "do you think we have enough gas?". Dengan gaya santai dia bilang, "you don't have to worry." Karena udah bilang gitu yo wis, meskipun nggak yakin bisa mencapai Albany. Beneran ternyata, di freeway mobilnya harus minggir gara-gara keabisan bensin.
Untungnya, begitu mobilnya minggir nggak berapa lama kemudian ada mobil lain yang nyamperin, nanya ada persoalan apa. Setelah dibilang mobilnya run out of gas langsung orang itu ngajak Abdullah buat beli bensin. Amazing ya. Sementara Abdullah beli bensin, nunggu di mobil. Nggak lama setelah itu ada lagi mobil lain yang berenti buat nanyain ada persoalan apa dan udah ada yang nolongin belum. Setelah dibilang kalau udah dapet pertolongan kemudian mobilnya pergi.
Belum selesai, ada lagi mobil yang berenti dan setelah tau persoalannya nggak langsung pergi tapi nungguin dari belakang. I watch your back gitu. Mobilnya baru pergi setelah ada mobil patroli yang ngegantiin buat jaga di belakang. Keren kan. Mobil patrolinya baru pergi juga setelah Abdullah dateng dengan sejerigen bensin. Sungguh salut dengan yang mau nganterin Abdullah sebabnya nggak mudah karena harus muter dulu. Butuh waktu hampir satu jam.
Nggak disangka, orang Amerika yang saat itu stereotipenya individualis ternyata malah sungguh perhatian. Kalau istilah sekarangnya, peduli lindungi. That's what peduli lindungi is all about.
Ngomong-ngomong soal peduli lindungi, udah mencoba menggunakan pedulilindungi yang aplikasi untuk ke mal, malnya Kota Kasablanka. Nggak sulit, hanya check in pada saat masuk dan jangan lupa untuk check out pada saat keluar ;-)