Monday, August 7, 2023

The Day Has Finally Come

'Tiba juga hari yang kutunggu'.

Seperti yang udah ditulis pada tulisan pertama di blog ini, maka tulisan kali ini, secara resmi, akan menjadi tulisan terakhir. Tapi tidak menutup kemungkinan akan kembali menulis secara tidak resmi. Kan katanya never say never ;-)

Jadi, hal yang paling menyedihkan happened to me beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Sabtu, 29 Juli. Ibuk meninggal setelah hampir 83 tahun berada di dunia yang fana ini, menyusul bapak yang udah terlebih dulu meninggal, pada 17 tahun lewat yang lalu, 15 Juni 2006. Memang kondisi fisik ibuk secara perlahan mengalami pelemahan setelah sempat terjatuh sekitar empat tahun yang lalu. Tapi nggak nyangka juga akan berpulang Sabtu malam kemarin itu. Karena nggak menunjukkan tanda-tanda sama sekali, tampak "normal". Meninggal pada saat tidur. I was shocked, sebab pada saat ditinggal sebentar buat beberes masih nggak apa-apa.

Sedih banget rasanya karena merasa belum bisa melakukan hal yang terbaik buat ibuk selama hidupnya, 'I did my best but I guess my best wasn't good enough'. Semenjak meninggalnya bapak memang hampir setiap waktu yang ada digunakan untuk nemenin ibuk. Apalagi setelah ibuk jatuh dan kemudian dioperasi, boleh dibilang udah nggak ada lagi waktu buat diri sendiri. Prioritas utama adalah ibuk, urusan lain setelah ibuk.

Setelah memastikan kalau ibuk meninggal, kemudian nelfon adik cowok, kalau adik yang cewek nggak akan bisa dateng pada saat itu karena di Canberra. Setelah beres nelfon adik cowok kemudian yang berikutnya ditelfon yaitu ketua pengurus kompleks rumah untuk mengabarkan jika ibuk meninggal sekalian memohon bantuan.

Dan seperti pada saat meninggalnya bapak dulu, seluruh pengurusan juga berlangsung dengan serba cepat. Sepulang dari Puskesmas buat bikin surat keterangan meninggalnya ibuk, rencana pemakaman untuk ibuk udah selesai dibuat. Ibuk akan dimakamkan pada hari besoknya, Minggu, 30 Juli, setelah shalat Dhuhur, ditempat bapak dimakamkan. Dan sesuai dengan rencana, pemakaman ibuk juga berlangsung dengan lancar.

Sangat berterima kasih kepada pengurus kompleks, kemudian pak Agus dan bu Christy, pak Saleh dan bu Eva, juga kepada pak Endang, pak Jili, mas Bayu, dan semua pihak yang tidak dituliskan namanya di sini untuk segala bantuannya sehubungan dengan telah meninggalnya ibuk. Dan tak lupa, juga kepada seluruh saudara yang telah memberikan support-nya. Terima kasih juga untuk Devi yang telah datang ke rumah dan ikut hingga ibuk selesai dimakamkan.

Hingga saat ini masih sulit untuk menerima kenyataan kalau ibuk udah meninggal. Kalau udah nggak bisa lagi buat berlama-lama memandangi wajah tenang ibuk pada saat tidur karena ibuk udah tidur selamanya. Perasaan rasanya masih nggak karu-karuan. Memang sih, dunia nggak akan peduli walau sesedih apapun kita, matahari tetep akan terbit dan terbenam seperti biasa seperti tidak pernah terjadi apapun. Sangatlah mengerti akan hal tersebut, tapi ya tetep aja nggak mudah buat bikin perasaan jadi nggak sedih lagi. 'Aku melangkah lagi, lewat jalanan sepi, perlahan tapi pasti, mengikuti ayun melodi'.

Demikian sebagai tulisan penutup blog ini, bukanlah suatu tulisan yang menyenangkan memang, melainkan suatu bentuk ungkapan kesedihan yang mendalam dari suatu hal yang tidak pernah terduga sebelumnya. Dan seperti yang dulu telah ditulis di awal blog ini juga, "Every story has an end. But in life, every ending is just a new beginning". Maka dapat dikatakan jika meninggalnya ibuk merupakan another new beginning for me. Dan mudah-mudahan ending-nya nanti adalah happy ending :-)

So help me God.

 
No one else in all the world
Could ever, even, start to fill
The special place you fill
So deep... within my heart

So, I hope
Somehow... you know
What words can never say
That you mean even more to me
With every passing day

Friday, February 10, 2023

'Love's Alive In Our Hearts Every Day'

So, it's been a while sejak tulisan terakhir dan sekarang udah di bulan kedua 2023. Baru sempat bikin tulisan lagi karena kemaren-kemarenan masih lumayan ribet dengan hal ini itu. Tulisan terakhir pada tahun lalu dibuatnya menjelang dimulainya musim penghujan dan tulisan pertama tahun 2023 ini dibuat menjelang akhir dari musim penghujan. Moga-moga, mudah-mudahan terus aman hingga musim penghujan berakhir nanti yang masih sebentar lagi. Amin!

Jadi, gimana sih untuk tahun 2022 yang udah berlalu. Personally, not a bad year. Segala sesuatunya berjalan dengan lancar, nggak kayak IHSG yang malah jadi letoy setelah libur Idul Fitri, dan hingga sekarang pun masih letoy. Mungkin disebabkan kurang asupan yang bergizi, hehe...

Kalau untuk tahun 2023, hingga sejauh ini juga terpantau lancar-lancar aja. Gangguan ya pasti adalah, tapi semuanya bisa terselesaikan hingga tuntas. Dan tanpa terasa, bulan depan puasa Ramadhan udah dimulai. Kalau cuma menahan lapar dan haus saat puasa sih bukan persoalan. Udah terbiasa. Yang dicari kan gimana supaya mendapatkan nilai plus dari puasa, jadi bukan sekedar lapar dan haus yang didapat sebab pada setiap yang puasa pasti akan merasakan lapar dan haus, sedikit ataupun banyak.

Yang bikin agak amaze belakangan ini adalah, hal yang bertahun-tahun lalu hanyalah berada pada sebatas angan dan nggak yakin bakal terjadi ternyata bisa kejadian juga. Padahal udah nyerah dari sejak dulu-dulu dan udah dilupakan juga. Nggak berharap lagi. But this is not a miracle to me. Do you believe in miracles? How about with the universe works in mysterious ways? ;-)

Dan karena hari ini adalah hari Jumat, Thank God it's Friday, but I still like Monday the most. To me, Monday is the best day, hehe... Ada juga sejarahnya tapi nggak usahlah dibahas. Ada hubungannya juga dengan lagu "Pertama" dari album Keajaiban dari Reza Artamevia sebagai lagu perantara. Dan memang Monday pastinya adalah the first day of the week.

 
Don't you know, don't you know
Things can change
Things'll go your way
If you hold on for one more day

Featured Post