Masih pada soal sekolah atau kuliah, di RPI memang banyak tersedia lab komputer tapi tetep perlu punya komputer sendiri sih, sebabnya males juga kalau di saat musim dingin harus sering-sering ke kampus, kecuali kalau lagi ada tugas kelompok. Hawanya dingin banget! Mana bajunya harus yang berlapis gitu supaya nggak kedinginan, ribetlah untuk keluar apartemen di saat musim dingin.
Untuk komputer saat di Troy OS-nya Windows sebabnya biar bisa bawa software bajakan dari Indonesia, hehe... Pada jaman-jaman itu software bajakan adalah hal yang lumrah di Indonesia, selain dari harganya yang udahlah murah banget kehandalannya nggak kalah dibanding dengan yang asli. Di RPI juga dijual software khusus untuk mahasiswa dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan versi umum yang dijual di pasaran meskipun spesifikasinya nggak ada perbedaan, cuma tetep aja tentunya masih lebih murah yang versi bajakan.
Di Troy beli komputernya secara mail order. Waktu itu roommate yang ngajakin buat beli di awal-awal baru pindahan, jadi belinya barengan dan jenis komputernya sama. Beliau ini di kelak kemudian hari pernah menjadi presdir bank MNC.
Makanya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Indonesia setiap liburan supaya bisa bawa barang-barang dari Indonesia ke Amerika dan juga bawa barang-barang yang udah nggak bakalan digunakan lagi di Amerika ke Indonesia. Kalau yang dibawa dari Indonesia banyaknya makanan seperti mie instan dan jenis makanan-makanan kering yang awet. Mie instan sungguhlah nikmat dimakan pagi-pagi sebelum kuliah di saat musim dingin. Di musim dingin buat kuliah paling pagi tetep aja mulainya jam tujuh.
Gimana dengan saat kuliah di ITB? Sewaktu kuliah di ITB baru punya komputer setelah di tingkat sarjana pada saat kos di Tengku Angkasa. Sebelumnya kalau perlu komputer numpang di komputer mantan temen kos di Sulanjana, ITB juga, seangkatan juga, tapi jurusan Teknik Kimia, yang kemudian nggak ngekos lagi oleh karena ikut ortunya yang pindah ke Bandung. Makasih banget!
Punya komputer di tingkat sarjana merupakan suatu keharusan karena untuk bikin TA alat utamanya adalah komputer. Makanya mau nggak mau, suka nggak suka, ya harus beli komputer. TAnya waktu itu bikin program simulasi untuk metode elemen hingga. Sangat berterima kasih kepada pak Satryo Soemantri Brodjonegoro yang telah bersedia menjadi dosen pembimbing TA yang mana merupakan syarat untuk memperoleh gelar insinyur.
Sangat berterima kasih juga kepada pak Satryo karena telah bersedia juga memberikan rekomendasi untuk melanjutkan sekolah di Amerika. Surat rekomendasi juga diperlukan sebagai satu dari berbagai macam syarat lainnya seperti misalnya TOEFL dan GMAT buat sekolah bisnis atau manajemen. Apalagi indeks prestasi pada saat lulus dari ITB nggak bagus-bagus amat, hanya 2.4 sekian, banyaknya dapet nilai C. Kalau di RPI sih indeks prestasinya tiga lebih sebabnya kalau dibawah tiga nggak bisa dinyatakan lulus, nilai C cuma dapet sekali.