Monday, February 28, 2022

Not The Last Monday

Tiba juga di penghujung Februari dan besok udah di Maret. Suatu hal yang sungguhlah melegakan karena berarti drama banjir hampir pasti tidak akan terjadi, probabilitasnya boleh dibilang zero to none. Tapi ya nggak kemudian langsung bisa bikin bahagia juga sih, hehe.... Karena kan siklusnya terus berulang setiap tahunnya, selama masih adanya musim penghujan.

Makanya berharap ibukota cepet pindah supaya Jakarta bebannya nggak semakin berat sehingga bisa menghilangkan potensi drama banjir, selain kemacetan yang udah semakin parah, dan nggak akan tenggelam. Kalau Jakarta lengang kan jadinya enak dan nyaman.

Berbicara soal hujan, sebagai seorang yang biasa mengaku-aku sebagai penyuka hujan, sedih juga sebetulnya jadi curiga mulu dengan hujan. Padahal, mon maap sebelumnya nih, menyeruput kopi pada saat hujan, yang nggak deras tentu, kan sungguhlah sangat mengasyikkan, apalagi jikalau ngopinya berteman hujan di senja, udah deh, nggak ada lawan. Beneran, suer, kalau Kylie Minogue bilangnya sih my heart is oh so true, sumprit kalau katanya temen-temen saat masih remaja dulu di Malang. Sekarang mah bukan remaja lagi tapi udah kewut, hehe...

Demikian untuk tulisan kali ini, singkat aja, semoga dapat menghibur setiap hati yang sedang galau. Tapi kalau galaunya gegara pacar yang nggak suportif sehingga bikin jadi senewen katanya Charly Van Houten sih cari pacar lagi, hehe...

Sebelum kelupaan, just in case belum tau, dimulai sejak 14 Februari lalu udah nggak lagi menggunakan picsart sebagai sarana untuk pamer foto. Untuk gantinya pindah ke... yak you guess right, instagram. Buat yang penasaran boleh tengok ke psetyowardono ;-) 

Monday, February 14, 2022

Rain Talk

Selasa minggu lalu daerah di sekitar rumah diguyur hujan deras sejak dari pagi hingga siang hari. Tentunya hujan yang intensitasnya tinggi dengan waktu yang lumayan lama bikin perasaan jadi kuatir atau was-was. Tapi alhamdulillah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cuma ya gitu, gegara sempat kehujanan jadi agak-agak flu dengan tambahan sedikit batuk. Untungnya selalu menyimpan obat flu di rumah sehingga bisa segera diobati dan flunya nggak menjadi parah.

Memang, sejak drama banjir dua tahun lalu jadi selalu was-was, kuatir setiap kali ada hujan deras, bawaannya curiga mulu kayak diselingkuhin gebetan. Kalau gini, kapan mau bahagianya cobak. padahal kan katanya 'bahagia itu sederhana, hanya dengan melihat senyummu', atawa baru bahagia setelah belanja dulu? Hehe...

Padahal sebelum adanya drama banjir, sebagai penyuka hujan *ngaku-ngaku*, hujan, yang nggak deras tentu, adalah suatu hal yang selalu ditunggu-tunggu. Seneng aja gitu ngeliat hujan membasahi tanah yang kering dan dedaunan. Apalagi kalau hujannya yang hujan di senja gitu, cakep! Eh, kok cakep sih, gerimis-gerimis yang dimaksud. Mon maap *menjura*. Bisa betah untuk berlama-lama di depan jendela cuma demi ngeliatin hujan sembari ngelamun jorok, merenung, atau apapun itulah istilahnya. Katon Bagaskara sih bilangnya ngelangutkan jiwa.

Jaman masih kecil dulu, saat masih di SD, lumayan sering mandi hujan kalau hujannya deras, tentunya setelah dibolehin. Tapinya ya setelahnya harus mandi lagi supaya nggak malah jadi sakit. Pernah sekalinya saat awal-awal kuliah di ITB kehujanan selagi jalan pulang sore-sore setelah selesai UTS. Bukannya langsung mandi malahan tidur karena kecapekan juga, hasilnya begitu bangun badan nggreges nggak karu-karuan.

Kehujanan memang bukan suatu hal yang dapat dikata mengasyikkan, akan tetapi kalau hujannya masih sebatas rintik-rintik bolehlah. Seperti yang dibilang oleh Gene Kelly, 'I'm dancing and singin' in the rain' ;-)

Featured Post