Selasa minggu lalu daerah di sekitar rumah diguyur hujan deras sejak dari pagi hingga siang hari. Tentunya hujan yang intensitasnya tinggi dengan waktu yang lumayan lama bikin perasaan jadi kuatir atau was-was. Tapi alhamdulillah tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cuma ya gitu, gegara sempat kehujanan jadi agak-agak flu dengan tambahan sedikit batuk. Untungnya selalu menyimpan obat flu di rumah sehingga bisa segera diobati dan flunya nggak menjadi parah.
Memang, sejak drama banjir dua tahun lalu jadi selalu was-was, kuatir setiap kali ada hujan deras, bawaannya curiga mulu kayak diselingkuhin gebetan. Kalau gini, kapan mau bahagianya cobak. padahal kan katanya 'bahagia itu sederhana, hanya dengan melihat senyummu', atawa baru bahagia setelah belanja dulu? Hehe...
Padahal sebelum adanya drama banjir, sebagai penyuka hujan *ngaku-ngaku*, hujan, yang nggak deras tentu, adalah suatu hal yang selalu ditunggu-tunggu. Seneng aja gitu ngeliat hujan membasahi tanah yang kering dan dedaunan. Apalagi kalau hujannya yang hujan di senja gitu, cakep! Eh, kok cakep sih, gerimis-gerimis yang dimaksud. Mon maap *menjura*. Bisa betah untuk berlama-lama di depan jendela cuma demi ngeliatin hujan sembari ngelamun jorok, merenung, atau apapun itulah istilahnya. Katon Bagaskara sih bilangnya ngelangutkan jiwa.
Jaman masih kecil dulu, saat masih di SD, lumayan sering mandi hujan kalau hujannya deras, tentunya setelah dibolehin. Tapinya ya setelahnya harus mandi lagi supaya nggak malah jadi sakit. Pernah sekalinya saat awal-awal kuliah di ITB kehujanan selagi jalan pulang sore-sore setelah selesai UTS. Bukannya langsung mandi malahan tidur karena kecapekan juga, hasilnya begitu bangun badan nggreges nggak karu-karuan.
Kehujanan memang bukan suatu hal yang dapat dikata mengasyikkan, akan tetapi kalau hujannya masih sebatas rintik-rintik bolehlah. Seperti yang dibilang oleh Gene Kelly, 'I'm dancing and singin' in the rain' ;-)
No comments:
Post a Comment