Dari berita yang beredar, efektif Senin pekan depan, 14 September, di Jakarta yang namanya PSBB akan diberlakukan kembali. Kalau Natalie Cole bilangnya "good to be back" tapi yang ini sepertinya not good to be back. Suatu langkah mundur. Apa kabar dengan move forward? ;-)
Kalau untuk diri sendiri, sejak sebelum PSBB yang awal dulu hingga saat ini kebiasaan yang dilakukan masih belum berubah. Masih jarang keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang memang dirasa perlu. Ke mal pernah, beberapa kali, itupun hanya dua mal yang dikunjungi, Lotte Shopping Avenue dan Kuningan City. Dua mal itu rasanya aman sih, nggak banyak pengunjungnya, pemeriksaan juga oke, dan tombol liftnya juga nggak perlu dipencet-pencet, udah touchless.
Ke supermarket juga nggak masalah, akan tetapi kalau bisa belanja secara online maka yang didahulukan adalah belanja secara online. Maksudnya yaitu supaya nggak usah berlama-lama di supermarketnya, diusahakan paling lama "satu jam saja". Supermarket juga aman sih rasanya, karena nggak begitu rame dan pengunjungnya nggak hanya berdiam di satu tempat, selalu bergerak, jadi akan sulit untuk berdekat-dekatan.
Yang biasanya rame tuh kalau ke restoran cepat saji, meskipun yang beli lebih banyak yang takeaway tapi seringkali mengabaikan jaga jarak pada saat menunggu antrian, jadi harus waspada. Udah ke beberapa tempat dan suasananya mirip-mirip.
Pergi ke tempat dimana lumayan banyak orang yang berkumpul tanpa menggunakan masker juga pernah. Kalau udah gini palingan jadi lebih meningkatkan kewaspadaan. Keluar rumah tanpa menggunakan masker juga lumayan sering, tapi itu dilakukan hanya untuk ngambil kiriman paket di pos jaga atau belanja ke tukang sayur di deket pos jaga. Cuma terkadang pos jaganya jadi tempat kongkow. Kemarin malam sempat ketemu pak RT lagi nongki-nongki asik di pos jaga, hehe...
Ke tempat potong rambut juga udah dan nggak masalah, aman-aman aja. Sempat was-was juga sebelumnya karena kuatir dengan interaksi yang lumayan lama. Pengunjungnya udah ngerti kalau jangan berdekat-dekatan. Cuma pada saat potong rambut maskernya dilepas, hanya yang motong yang menggunakan masker.
Untuk jalanan yang sering dilalui, masih rame tapi nggak serame seperti pada saat PSBB awal dulu. Entah kalau di tempat lain. Yang pasti, kalau penyebaran viruskorona bukan secara airborne, semakin banyak orang yang bergerak maka akan semakin masif pula penyebarannya. Si virus ini dapat juga dianggap sebagai penumpang gelap karena untuk bisa menyebar memerlukan perantara yaitu manusia.
'I wish you health, and more than wealth, I wish you love'
No comments:
Post a Comment