Monday, September 23, 2019

"Smoke Gets In Your Eyes"

Buat tulisan kali ini, yang jadi judulnya adalah lagu jadul favorit sejak entah kapan. Tapi yang pasti nggak setua umur lagunya sih. Lagunya sendiri pun punya sejarah panjang dan udah dinyanyiin oleh banyak penyanyi terkenal juga, mulai dari Nat King Cole, Harry Belafonte, Sarah Vaughan, The Platters, dan masih banyak lagi. Monggo dibaca sendiri sejarah lagunya kalau pengen tau lebih banyak.

Udah nggak tau lagi awal tau lagunya dari penyanyi yang mana cuma dulu sering denger yang versinya The Platters dan juga Nat King Cole. Tapi kalau untuk versi yang paling favorit sih versinya Patti Austin yang dari albumnya The Real Me. Nuansa jazznya berasa. Meskipun "Smoke Gets in Your Eyes" juga tergolong sebagai lagu jazz tapi di versi-versi yang lain kebanyakan popnya yang lebih berasa.

Pertanyaannya kemudian adalah, maksudnya apaan sih ngebahas lagu "Smoke Gets in Your Eyes"? Sabar, ojo kesusu dhisik. Jadi ya, kenapa ngebahas lagu ini sebab setiap ada berita soal kabut asap bikin selalu merasa terasosiasi dengan lagunya oleh karena dulu pernah mengalami sendiri akibat dari kabut asap saat akan ke Palangkaraya. Dan karena sekarang lagi rame berita soal kabut asap, makanya jadi berkesempatan buat ngebahas. Gitu.

Soal kabut asap ini bukan merupakan hal baru sih sebenernya, jaman bapak almarhum masih di Palangkaraya kabut asap juga udah terjadi, cuma nggak seheboh sekarang beritanya. Harap dimaklum, di jaman segitu yang namanya sosial media belum ada, jadi belum ada tuh istilah "the world at your fingertips". Bapak menetap di Palangkaraya di era 80-an hingga 90-an, tapi berita soal kabut asap sepertinya baru muncul di era 90-an.

Kalau yang untuk pengalaman sendiri dengan kabut asap yaitu saat mau ke Palangkaraya tapi nggak ada jadwal penerbangan langsung sebagai imbas adanya kabut asap. Jadinya ikutan penerbangan ke Banjarmasin dulu dan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya melalui jalan darat yang harus ditempuh paling enggak lima jam. Banjarmasin pada saat itu nggak terdampak oleh kabut asap, jadi penerbangan ke sana berjalan normal. Capek juga ternyata lewat jalan darat, apalagi jalan yang dilalui belum semuanya mulus.

Boleh dibilang blessing in disguise juga sih, oleh sebab jadi mengalami gimana rasanya melalui jalan darat dari Banjarmasin ke Palangkaraya, sebelumnya udah pernah dengan menyusuri sungai dan menggunakan penerbangan perintis. Bikin portofolionya lengkap, hehe... Coba kalau saat itu nggak ada kabut asap, entah kapan bisa ke Palangkaraya dari Banjarmasin melalui jalur darat.

Jadi begitulah asal muasalnya kenapa jadi selalu terkenang dengan lagu "Smoke Gets in Your Eyes" setiap ada berita soal kabut asap. Sebabnya dulu juga pernah mengalami dampak dari kabut asap. Dan karena yang paling disuka adalah versinya Patti Austin, maka yang selalu terasosiasi dengan soal kabut asap yang versinya Patti Austin, bukan versi yang lain meskipun tau juga dengan versi-versi yang lain.

Sebagai tambahan, ada juga film yang kisahnya berhubungan dengan kabut asap dan lagu "Smoke Gets in Your Eyes", judulnya Always. Cuma lagu "Smoke Gets in Your Eyes" di filmnya bukan dari versi Patti Austin tapi versinya J.D. Souther dan The Platters.

No comments:

Featured Post